Tips Pemasaran Digital Menggunakan Influencer

Tips Pemasaran Digital Menggunakan Influencer

Vinipassiti –┬áSejak awal pandemi, beberapa kota besar di Indonesia masih memilih menerapkan aturan PSBB yang ketat untuk memerangi COVID-19. Karena mereka tidak dapat mempromosikan produk melalui saluran offline, banyak UMKM yang mulai memaksimalkan promosi media sosialnya. Saat ini, tren yang berkembang di kalangan pebisnis Indonesia adalah menggunakan influencer sebagai strategi untuk mengembangkan dan mempromosikan perusahaan dan produknya. Siapa influencer?

Secara sederhana, Anda dapat mendefinisikan seseorang yang berdampak pada masyarakat, baik dalam skala kecil, lokal maupun skala besar atau nasional. Orang yang menyandang status influencer bisa datang dari berbagai macam latar belakang dan latar belakang profesional, mulai dari YouTuber, selebriti, tokoh masyarakat, atlet, blogger medis hingga artis dan selebritis. Secara keseluruhan, mereka juga memiliki pengikut (followers) yang tidak sedikit di berbagai lini media sosial. Padahal, dampaknya besar, itulah sebabnya banyak pebisnis bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan produknya

Apakah Anda ingin tahu tentang cara kerja influencer dan bagaimana? Bagaimana UKM dan influencer berkolaborasi melalui platform digital? Yuk simak uraiannya di bawah ini!

Seberapa penting peran influencer dalam menjual produk?

Pertanyaan di atas mungkin sekarang muncul di benak teman-teman UKM. Banyak yang berpendapat bahwa menggunakan influencer sebenarnya tidak berdampak banyak pada penjualan produk. Yonatan Nugroho, CEO dan pendiri Trinity Entertainment Group, memastikan bahwa influencer sangat efektif dalam kampanye produk. Secara keseluruhan, mereka mampu mempromosikan suatu produk dalam konsep yang terencana dengan baik dengan hasil yang baik. Pengalamannya dengan banyak influencer sejauh ini menunjukkan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan teman-teman UKM adalah melengkapi strategi kampanye produknya sebelum bergabung dengan influencer yang sesuai dengan segmentasi pasarnya.

Sebagai publik figur sekaligus wirausahawan, Darius Sinathriya meyakini bahwa perusahaan besar dan usaha kecil menengah tampaknya memahami influencer secara berbeda. Para pembuat kebijakan di perusahaan besar umumnya memiliki pemahaman yang sangat baik tentang apa itu influencer. Sementara itu, UMKM meyakini bahwa penggunaan influencer akan berdampak langsung pada peningkatan dorongan untuk menjual produk. Faktanya, ketika kami membayar mereka, tidak ada jaminan bahwa influencer akan dapat langsung melakukannya. Mengapa? Karena banyak elemen yang berperan dalam mewujudkan peningkatan penjualan yang signifikan, dan influencer hanyalah salah satu dari elemen tersebut. Kita juga perlu mempertimbangkan elemen sistem distribusi, ketersediaan produk, kualitas produk, properti, dll.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa penggunaan influencer atau multiple influencer akan lebih efektif digunakan untuk meningkatkan brand awareness atau kesadaran masyarakat akan keberadaan merek kita. Selain itu, setiap influencer juga memiliki segmentasi pasarnya masing-masing, dan teman-teman dari bisnis jasa backlink dan menengah juga harus mempelajarinya. Jika segmentasi pasar produk dan influencer kita benar-benar sesuai, ini bisa menjadi kemitraan untuk memperkenalkan produk kita kepada publik dan pada akhirnya membuat mereka memesan. Jadi jangan disangka menggunakan influencer bisa langsung meningkatkan penjualan, karena terkadang ada baiknya brand kita dikenal lebih dulu.

Panning data media sosial oleh influencer

Ketika TOP bekerja dengan merek-merek besar, selalu ada analisis media sosial. Tidak hanya itu, hasil analitik pun kerap digunakan untuk membahas langkah dan strategi brand selanjutnya. Ini sangat penting, tetapi umumnya tidak dilakukan dengan MMSP. Faktanya, analisis media sosial secara berkala adalah salah satu faktor penting dalam pengembangan bisnis dan strategi promosi kami. Hal ini dapat menjadi kontribusi teman-teman UMKM dalam pengelolaan media sosial karena segala hal perlu diperhatikan untuk mengembangkan dan mempromosikan produk dengan lebih efektif. Dan nyatanya, influencer juga bisa mempermudah.